Gapoktan Giri Makmur Dadapayu Gelar Pelatihan Budidaya Bawang Merah dan Pembuatan Pupuk Organik

dee 29 Juni 2026 19:48:10 WIB

SIDA_DADAPAYU, 29 Juni 2026 – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Giri Makmur Kalurahan Dadapayu menggelar kegiatan pembinaan bagi seluruh pengurus kelompok tani se-Kalurahan Dadapayu. Kegiatan ini bertempat di rumah Bapak Suyono, Kauman, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

Pembinaan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Semanu, Aris Subagya. Materi yang diberikan meliputi pelatihan teknik penanaman bawang merah serta pembuatan pupuk organik padat sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengurus kelompok tani.

Seluruh pengurus kelompok tani di Kalurahan Dadapayu mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Pelatihan dirancang berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi teori mengenai budidaya bawang merah dan pembuatan pupuk organik padat. Selanjutnya, pada hari kedua, peserta akan mengikuti praktik secara langsung agar dapat menerapkan materi yang telah dipelajari.

Dalam sambutannya, Lurah Dadapayu menyampaikan bahwa Kalurahan Dadapayu memiliki potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang sangat baik, khususnya di bidang pengolahan lahan pertanian. Oleh karena itu, pembinaan dan peningkatan kapasitas petani akan terus didorong sebagai upaya mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nanang Arianja mengatakan pengembangan komoditas bawang merah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong sektor pertanian yang produktif sekaligus mendukung stabilitas pasokan pangan.

“Pelatihan Penanaman bawang merah ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata untuk menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil bagi masyarakat dalam lingkup terkecil di lingkungan keluarga dan kelompok masyarakat padukuhan,” katanya.

Menurut dia, bawang merah dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan peluang pasar yang menjanjikan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi mayarakat.

“Saya harap pelatihan ini bersifat kontinu, sehingga memang benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat, dalam pelaksanaannya, petani mendapat pendampingan untuk menerapkan teknik budidaya yang lebih efisien dan modern, mulai dari persiapan lahan, penggunaan bibit varietas hingga pemanfaatan teknologi dalam proses budidaya.”, imbuh Nanang Arianja.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • giwWuchZt
    yoTA1h http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG...baca selengkapnya
    23 Oktober 2017 18:13:27 WIB
  • Willmathvalf
    Priligy Kaufen Online Cheap Cialis Pay For Cialis...baca selengkapnya
    15 Maret 2017 16:44:33 WIB
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial